Proposalku

Baru saja ingin memejamkan mataku, ketika jarum halus jam dinding rumahku yang tak pernah lelah mengitari jarum pendek yang menunjukkan jam dua pagi. Suara binatang malam yang terus mendayu-dayu seperi lagu yang dibawakan raja dangdut Rhoma Irama terus saja mengusik telingaku. Pikiranku mendikteku untuk mengingat sebuah kalimat dari Om Mario Teguh yang mengatakan “penantian adalah suatu hal yang dilakukan orang bodoh dan penakut untuk mendapatkan sesuatu” disuatu episode acaranya. Nafasku menjadi sesak, paru-paru ini seolah tak mampu lagi memompa oksigen ke otakku kalau aku terus mengingat-ingat kalimat ini. Entah kanapa kalimat ini selalu memojokkanku bahwa aku adalah sebagian orang bodoh dan penakut itu karena iya atau tidak, sadar atau tidak sadar, waras atau tidak waras,aku selalu berfikir bahwa sesuatu yang aku inginkan itu akan datang pada sendirinya. Muncul tiba-tiba seperti jin yang keluar dari botol ajaibnya Aladin dan dengan satu kalimat, aku bisa mendapatkan apa yang aku impikan. Tetapi kini aku sadar bahwa aku salah, aku tidak akan pernah mendapatkan apa yang aku impikan tanpa melakukan sesuatu apapun.

Aku mencari arti dan makna penakut di kamus besar bahasa Indonesia dan aku menemukan bahwa penakut adalah suatu sifat didalam diri seorang yang enggan/tidak mau/tidak memungkinkan untuk melakukan/mengerjakan/menjumpai/mempunyai suatu keadaan yang tidak mau/ingin dapatkan atau hadapi. Setelah aku aku telaah dan aku pelajari kata penakut itu tidak bisa di interpretasikan ada di dalam tubuh atau pikiran ku. Pikiran ku mengatakan ini adalah suatu keadaan dimana aku tidak bisa atau lebih tepatnya tidak memiliki kesempatan untuk melakukan/mengatakannnya langsung terhadap objek (red-manusianya).  Ketiadaan kesempatan ini dikarenakan kita atau lebih tepatnya objek tujuan tidak memiliki waktu/keinginan atau mungkin ada keraguan atau  suatu ketakutan untuk di lakukannya sebuah pertemuan penting atau intim untuk membicarakan atau membahas masalah yang menyangkut perasaan atau hal-hal pribadi yang paling luar.

Aku tidak menyatakan ini adalah suatu surat cinta, atau surat pernyataan perasaan aku kepada kamu. Aku lebih menganggap ini ada suatu buah surat permohonan atau mungkin dengan bahasa yang lebih modern bisa disebut sebuah proposal. Dan terserah kamu menganggapnya ini apa.  Sedikit panjang memang, dan mungkin perlu meluangkan waktu untuk membaca ini semua, tapi aku pikir kamu adalah wanita yang suka membaca novel ratusan halaman, so…5 atau 10 halaman bukanlah masalah bagimu.

PROLOG

Matahari pagi baru saja menjemput kehidupan dibumi yang fana ini. Perlahan hiruk pikuk anak manusia mulai kelihatan menjumpai cahaya mentari. Sinarnya yang keemasan di temani langit yang sedikit berwarna jingga menambah warna indahnya kehidupan. Perlahan tapi pasti, sinar mentari menembus jendela hitam tipis yang menggantung di dinding rumahku. Walaupun tirai warna pastel yang di buat sendiri dari tangan tua ibuku mampu menghalangi sinar mentari pagi, tapi dengun senyum ramah sang mentari mampu mengintip dari celah-celah antara jendela kaca kecil itu.

Mataku mengejang, di kejutkan oleh sinar mentari itu. Dengan sedikit menggerang dan kantuk yang masih menyerang aku terpaksa bangkit dari kasur sisa-sisa perjuangan masa paska tsunami yang aku dapet dari institusi palang merah -aku lupa pastinya dari palang merah Negara mana-. Dan aktivitas harian ku pun aku mulai.

Di kantor, aku buka laptopku dan selang berapa menit kemudian belasan email masuk kedalam inbox ku, seperti jagung yang di panggang di mesin popcorn, meletup-letup dan mental kemana-mana. Hmmmm, hanya email pekerjaan yang mau tidak mau harus aku kerjakan. Setelah membaca beberapa email, aku mengaktifkan chat messenger ku….sedikit terkejut, karena ada puluhan request untuk menjadi teman chat di list messengerku menunggu kebaikan dan keramah-tamahanku untuk menerima mereka menjadi teman ngobrol diwaktu senggangku, walaupun terkadang aku lebih sering menggunakannya di waktu aku kerja. Aku approve satu persatu request mereka walaupun aku sedang berfikir, apakah aku mengenal mereka atau tidak.

SENYUM

Aku tidak pernah ingat atau tahu, apakah aku terlalu sibuk, malas atau mungkin terlalu buang-buang waktu untuk menyapa temen-temen di chat list messengerku. Ada puluhan atau mungkin ratusan id nama disitu dan aku hampir tidak mengenal separuhnya dan parahnya lebih dari dua tahun aku mengabaikan temen-temen di messenger ku itu walaupun sebenernya pada dunia nyata juga aku tidak pernah berteman sama mereka. Biasanya aku hanya menggunakan messengerku hanya untuk koordinasi pekerjaan dan berkomunikasi dengan temen-temen dekatku.

Mungkin saat itu aku lagi penuh beban pikiran yang sedikit overload karena kerjaan, atau mungkin karena tekanan di berikan atasanku yang seperti tekanan mesin tiang pancang gedung, keras dan menyakitkan. Hal itu yang membuatku perlahan memperhatikan temen-temen di list messengerku. Aku tertarik pada satu foto profile, ada ukiran bibir merah tipis yang menggaris wajah oval dan tertarik kearah pipi yang sedikit merona dan membentuk suatu senyum yang sedikit membuat jantung berdebar. Aku perhatikan foto itu lagi, mata, pipi, hidung, dan dagu difoto itu begitu sempurna untuk membentuk satu wajah cantik yang pasti akan menggoda setiap kaum Adam. Sungguh ada ketertarikan di dalam diriku untuk bisa bertemu atau paling tidak pada awalnya bisa mengobrol dengan dia.

Hai….itu kata pertama yang aku ketikkan di message  box, dan kau membalasnya. Tiada bahasa atau gerak tubuh yang bisa menggambarkan kegembiraanku pada saat itu. Walaupun harapanku masih jauh panggang dari api untuk bisa secepatnya bertemu denganmu. Tapi balasan di message box ku adalah suatu awal yang baik untuk bisa dekat atau paling tidak bisa mengenalmu terlebih dahulu.

SEPEDA dan KAMERA

Sepeda dan kamera?? jangankan kamu, pada awalnya aku juga bertanya-tanya, apa hubungannya kedua benda yang banyak menguras kantongku ini dengan kamu. Tapi percayalah bahwa kedua benda itu yang membawa aku dekat, atau paling tidak kenal dengan kamu. Kenapa Sepeda?karena roda sepedalah yang mengantarkanku untuk bisa melihat matamu hanya dari beberapa inchi dari hidungku. Seperti sepeda tua pak Umar Bakrie yang setiap hari dia mengantarkan harapan dan cita-citanya ke sekolah. Seperti sepeda Lance Amstrong yang mengantarkan ambisinya menjadi juara dunia Tour d’Franc. Seperti itu juga sepedaku yang mengantarkanku untuk menggapai mimpiku. Perkenalan ku denganmu diawali dengan perkenalanku dengan temen sepedaku yang notebene adalah temen-temenmu juga. Mungkin akan habis 20 lembar apabila aku menceritakan tahapan detilnya.

Terus, kenapa Kamera?? Wanita mana sih dibumi ini yang tidak suka wajah cantiknya hadir diframe. Dari gaya anak ABG dengan senyum tengil imut yang terkadang membuat kita tersenyum simpul, sampai dengan emak-emak yang berdandan gaya ABG saat ingin difoto. Kamu tahu, perasaan anak kecil laki laki saat pertama kali dia dibelikan orang tuanya sepeda roda tiga…??seperti itulah perasaanku saat kamu mengiyakan mau di foto olehku. Aku berfikir saat itu aku adalah lelaki yang paling beruntung untuk bisa mengambil secuil wajahmu dari tubuhmu dan meletakkannya di frame kecil coklat didinding kamarku. Walaupun aku akhirnya kecewa saat kau membatalkannya dengan sedikit alasan yang susah aku mengerti. Tapi aku pikir itu adalah suatu langkah yang baik. Kita tidak akan pernah berjalan seperti sekarang ini dengan gagah atau anggun tanpa langkah pertama saat kita balita yang harus jatuh bangun untuk terus belajar untuk melangkah.

DEWI ISHTAR

Siapa dia?, lelah aku mencari jawaban siapa si Dewi Isthar ini. Aku pernah mendengar segelintir kata tentang dewi ini yang dipercaya masyarakat Mesopotamia 5000 tahun sebelum masehi. Aku cari litaratur di perpustakaan dan internet tentang siapa dewi ini. Mata, hati dan pikiran menjadi satu dalam pencarianku. Namanya terlalu asing untuk mengganggu gendang telingaku. Kau tahu??kenapa aku begitu menggebu untuk menemukan si Dewi ini, itu karena salah temanku mengatakan bahwa sang Dewi Ishtar ini secara tidak langsung telah mengusai setengah dari hidupku.

Setelah mengbrak-abrik blog orang, dan mebongkar situs-situs antropologi akhirnya aku mendapakan jawabanya bahwa Dewi Ishtar itu adalah dewi cinta dan perang. Seorang Dewi yang menurut kepercayaan bangsa Babylonia bertugas untuk menebarkan cinta dan kasih sayang kepada anak manusia. Dan kini dia telah menancapkan panah cinta dan kasih sayangnya tepat di dadaku.

CINTA

Ada naluri dari setiap makhluk untuk menemukan pasangannyanya. Ia merupakan desakan yang menggelisahkan bila di bendung dan akan menimbulkan mudharat bila disalurkan tanpa aturan. Naluri itu adalah mengasihi dan mencintai. Dari beberapa literatur aku mendapat satu pengertian cinta yang aku anggap paling menarik diantar pengertian-pengertian lain. Dalam buku Pengantin Alquran karya Quraish Shihab menyatakan bahwa ‘cinta adalah pengakuan dua aku yang memiliki perasaan yang sama yang akhirnya membentuk sebuah kata –kita-‘. “pengakuan dua aku”, sangat manarik bila mencermati kata-kata ini, bahwa dalam konteks ini mencintai adalah kegiatan saling mengasihi dan menyayangi dari kedua belah pihak yang sama besarnya yang dibarengi dengan keikhlasan dan keridhoan karena Alloh. Jadi, cinta butuh proses dan tidak mudah untuk mendapatkannya dan menurutku tidak ada cinta dalam pandangan pertama. Kita patut mewaspadai bila kita merasakan jatuh cinta pada kesempatan pertama, apakah ini cinta sesungguhnya atau hanya sebuah kamuflase dan obsesi perasaan kepada seorang manusia yang kita kagumi. Karena mencintai dan mengaggumi itu sangat berbeda.

jangan tanyakan logika dan pikiran kita seandainya kita ingin mencintai dan mengasihi seseorang, karena pikiran dan logika akan menunjukkan semua kekurangan, keburukan dan kesalahan orang yang akan kita cintai tersebut, tapi tanyakanlah hati kita, apabila ada cinta sedikit saja maka cobalah untuk menumbuhkan rasa itu” awalnya pasti kita tidak setuju dangan kalimat ini atau masih dalam pertimbangan untuk menyetujuinya, karena selama ini kita  berpikir untuk mencintai seseorang kita membutuhkan sinergi antara hati dan otak kita, perasaan dan pikiran kita. Saat otak dan hati kita mengatakan ya, barulah kita berbuat. Semakin kuat kita memegang prinsip ini, semakin susah pula kita menemukan kepingan potongan jiwa kita. Setiap ada bakal calon anak manusia yang akan kita cintai, pikiran-pikiran kita terus saja mendikte dan membujuk kita untuk melihat kekurangan-kekurangannya, membongkar semua kebodohannya, mencari-cari tau kesalahannya  dan pada akhirnya melarang kita  untuk mencintainya. Padahal dihati kecil kita, ada setitik cinta yang mau tumbuh untuk mencintai  dan  menyayanginya. Pada awalnya pula kita berpikir bahwa ini adalah logis, karena kita sedang mencari belahan jiwa kita, jadi kita harus benar-benar mencari dan menyeleksi yang sesuai dengan hati dan pikiran kita ‘hidup terlalu cepat untuk dilewati bersama orang yang salah’ kita pasti  tidak mau menemukan orang yang salah untuk dicintai dan menjadi pendamping hidup kita kan??. Tapi sebenarnya otak dan hati kita tidaklah pernah sejalan. Selalu saja ada yang lebih dominan diantara keduanya saat kita mengambil keputusan tentang siapa yang akan mendampingin kita. Coba kita renungi kalimat diawal paragraf ini, bahwa sesungguhnya cinta memang butuh proses, seperti tanaman yang pada awalnya hanya sebuah biji kecil yang tidak ada nilainya. Secara logika, dia tidak akan pernah tumbuh kalau kita tidak merawatnya, mengabaikannya dan mungkin membunuhnya. Tapi seeandainya biji kecil itu kita rawat, kita siram dengan air, mandikan dengan cahaya matahari bukan tidak mungkin dia akan menjadi tumbuhan yang menghasilkan bunga-bunga. Mungkin seperti itu pula cinta, kita tidak akan menemukannya jika kita menunggu persetujuan dari hati dan pikiran kita secara besama-sama.

Setuju atau tidak, sepakat atau tidak, mengerti atau tidak, kita harus mengakui bahwa menemukan cinta sejati harus melalui atau melawati tahapan atau proses, ia tidak akan datang dengan sendirinya, tidak akan muncul tiba-tiba dan mengendap di hati kita. Secara garis besar ada empat tahapan atau fase didalam mendapatkan cinta sejati. Tahapan Pertama, ada orang yang mencintai dan yang akan dicintai, kita sedang berbicara tentang objek. Bahwa hal pertama untuk mencintai adalah objek manusia yang akan dicintai itu sendiri. Mungkin pada awalnya cinta itu hanya sebesar biji atom tetapi mungkin kalau kita rawat dia akan tumbuh memenuhi seluruh ruang di hati kita. Tahapan Kedua adalah, self revelation, atau pengungkapan diri, adanya ketertarikan untuk memebicarakan hal-hal peribadi, menceritakan keluh kesah, pengalaman hidup, masalah karir dan sebagainya adalah suatu proses yang disebut dalam self revelation atau pengungkapan diri. Kita tidak akan bebagi cerita tentang hidup kita kepada orang lain bahkan dengan teman kita sekalipun. Kita pasti akan berbagi cerita dengan orang yang bener-bener kita anggap tepat untuk berbagi cerita. Kalau kita sudah merasa nyaman untuk menceritakan hal-hal pribadi kepada orang tersebut, percayalah bahwa cinta sudah dalam masa tumbuh. Tahapan ketiga adalah saling merasakan. Apa yang kita rasakan, pasti ia rasakan juga. Apabila kita senang, dia ikut tertawa, apabila kita menangis dia ikut besedih. Apabila kita dalam kesusahan, dia mencari jalan untuk gembira. Kenapa kita bisa merasakan hal yang sama??karena kita telah meletakkan sebagian hati kita di hatinya. Apapun yang dirasakan hatinya pasti kita ikut rasakan juga. Dan begitu juga sebaliknya, kita juga akan merasakan apa yang dia rasakan. tahapan keempat pengorbanan, ini ada fase tertinggi dalam mendapatkan cinta seutuhnya. Apabila kedua orang yang akan mencintai dan di cintai ini sudah berani melakukan pengorbanan untuk pasangannya, maka sebenernya cinta itu sudah ada di dalam diri kita masing-masing. Menggumpal didalam hati kita, mengalir di dalam darah kita, ada disetiap hembusan nafas dan memenuhi apa yang kita pikirkan didalam otak kita.

Apabila kita telah melewati kempat tahapan atau fase tersebut diatas, tanpa kita sadari sebenarnya kita tidak perlu lagi mengungkapkan perasaan kita secara lisan. Walaupun sebenarnya pengungkapan secara lisan itu penting sebagai komitmen diantara kedua belah pihak. Karena, dari semua tahapan yang kita lewatkan itu semunya menunjukkan pola tingkah laku dan gerak-gerik sudah menunjukkan suatu interpretasi bahwa kedua belah pihak sudah saling mencintai. “kalau kau benar-benar sayang padaku, kalau kau benar-benar cinta, tak perlu kau katakana semua itu, cukup tingkah laku”, syair lagu tersebut sangat tepat menggambarkan bahwa kita bisa mengatakan cinta dengan apa yang kita lakukan terhadap pasangan kita.

KESIMPULAN

Sepertinya sudah cukup aku mengoprek-ngoprek koleksi bukuku yang berbaris memanjang dimeja belajar adikku yang sedikit berantakan. Mengobrak-abrik halaman blog orang untuk mencari kata-kata yang bisa dirangkaikan dalam proposal ini. Menghabiskan kopi gayo oleh-oleh wanhar pada waktu dia pulang kampung lebaran kemarin. Menyiksa jari-jari untuk menekan keyboard, dan memperbudak mata untuk menatap monitor sepanjang malam. Semua anggota tubuh sepertinya sudah bertingkah seperti pendomonstran saat pemerintahan SBY menaikkan harga BBM, sangar dan memberontak dengan caranya masing-masing. Dan sepertinya, laptop hitamku yang sedikit kumal ini juga sudah muak melihat wajahku yang terlalu mengeriput saat aku menaikkan alis dan dahiku pada saat aku memikirkan kata-kata apa yang akan aku ketik dikertas virtual Microsoft wordku.

Terus apa yang aku harapkan dari ‘proposal’ ini??…sebenarnya tidak ada yang aku harapkan, karena memang ini adalah sesuatu harap yang tidak terharap. Ini adalah sebuah pengungkapan jiwa bahwa saat ini, detik ini, jam ini, hari ini, ada cinta dan kekaguman dalam diri aku kepadamu. Cinta itu kini hanya sebesar benih padi yang bewarna kecoklatan. Yang menanti sang empunya untuk menanamnya dilubuk hatiku, yang suatu saat akan memberi pengharapan akan kehidupan kepadaku. Aku ingin menjaganya dari serangan virus-virus pengkhinatan, merawatnya dengan kejujuran, memupuknya dengan kepercayaan sehingga bisa tumbuh mejadi sebesar hatiku, dimana tidak ada ruang kosong yang dibatasi dengan kisi-kisi kasih sayangmu bisa ditumbuhi dengan benih cinta yang lain. Sehingga bisa membentuk cinta yang sempurna kepada dirimu. Aku butuh bantuan mu , aku butuh bantuanmu untuk menjaga dan merawat cinta ini. Jangan biarkan dia mati sebelum aku menanamnya, walaupun aku harus terpaksa membuangnya seandainya kamu menolak untuk membantuku menumbuhkannya. Karena aku tidak akan pernah membiarkan dia tumbuh untuk memenuhi hatiku jika orang yang yang cintanya aku tanam dihati tidak membantuku, karena kalau aku membiarkannya ia tumbuh pasti suatu saat dia akan menjadi kesakitan bagiku.

Aku butuh persetujuanmu untuk membantuku menumbuhkan cinta ini.

Setuju / tidak setuju*

Jawaban :

ya

*)coret yang tidak penting (aku berharap kamu mencorat kata tidak setuju…J)

PENUTUP

Seperti pada pembukaan proposal diatas, ini bukan merupakan surat cinta yang ditulis anak es-em-pe kepada gebetannya untuk mengatakan cinta. Walaupun lebih kurang  bisa dikatakan seperti itu. Ini adalah sebuah proposal pengajuan ‘kerjasama’. Tapi sebenarnya inti dari tulisan ini adalah karena aku tidak ingin menjadi orang yang merugi karena mengabaikan suatu cinta yang mulai tumbuh. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa di salah satu sudut bumi ada orang yang mencintaimu dan aku ingin kamu tahu. Jawaban ya atau tidak, setuju atau tidak setuju adalah bukan suatu masalah dan penting. Walaupun aku berharap jawabanya itu adalah ya atau setuju. karena  masih ada jutaan orang yang merugi dibumi ini karena tidak berani mengungkapkan perasaannya. Dan akhirnya sepanjang hidupnya dipenuhi penyesalan. Jadi aku sangat membutuhkan jawabanmu, ya atau tidak. Apapun jawabanmu tidak akan merubah apa-apa.Itu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s