Kenapa Bisa Suka..??

Sore itu, saat menongkrong di salah satu warung kopi, saya kebetulan mendengar percakapan antara dua orang remaja putri yang menurut saya berada ditingkat SMU atau mungkin paling dewasa berada di semester awal perkuliahan. Ya pada awalnya saya tidak berniat untuk mendengarkan pembicaraan mereka, kebetulan saja mereka yang duduk dibelakang bangku saya berbicara dengan volume yang cukup tinggi sehingga saya mendengar pembicaraan mereka.

Pada intinya mereka membicarakan tentang kehidupan asmara mereka. Berikut adalah cuplikan pembicaraan mereka:

X: Iyaaa, gimana, gw cocok banget sih sama dia, sama-sama suka musik, nonton, yaa akhirnya jadian deh

Y: ooh gitu, waktu itu sih gw sama cowo gw karena cowo gw baik bangeet, caring, perhatian lah

Walaupun tidak sesingkat itu, mereka juga membicarakan tempat romantis untuk berpacaran, dan hal yang telah dilakukan oleh pacar mereka untuk menunjukkan rasa sayangnya. Akhirnya saya memutuskan untuk pindah. Sambil berlalu, saya tersenyum mengingat sebuah artikel psikologi internet. artikel itu menjelaskan proses psikologis bagaimana seorang bisa tertarik satu dengan lainnya.

Entah sudah berapa kali saya mengulang baca saat itu, walaupun tidak pasti tepat, saya merasa pembicaraan seputar asmara memang selalu ada disekitar kita. Seperti yang dibicarakan dua remaja diatas, saat mendengar kesamaan, faktor pertama similarity langsung muncul dikepala saya. Dengan kesamaan maka proses komunikasi yang merupakan unsur penting dalam asmara menjadi lebih mudah. Saat itu juga saya berpikir sebaliknya: kalau begitu, saya harus cari tahu dulu kegemarannya, hehe. Saat itu juga langsung muncul pertanyaan: Bagaimana dengan pasangan yang tidak punya kesamaan? Saya menemukan beberapa contoh pasangan seperti itu. Hal lain yang menarik dari faktor ini adalah bahwa kesamaan juga muncul pada hal seperti kesamaan fisik. Bagaimana seseorang yang bertubuh tinggi, memiliki kemungkinan lebih besar untuk juga menyukai seseorang dengan tinggi fisik seperti dirinya. Seseorang yang berkulit gelap akan besar kemungkinannya untuk lebih menyukai seseorang yang juga berkulit gelap. Saat ingat waktu dikelas saya tertawa mengetahui hal tersebut, tertawa bahwa hal yang wajar jika seseorang yang menarik, cantik, tampan, akan menyukai orang yang juga tampan, atau cantik menarik seperti dirinya.

Mungkin pertanyaan saya waktu itu sedikit banyak terjawab saat penjelasan faktor kedua yang berpengaruh di hubungan asmara, yaitu proximity atau kedekatan. Sampai saat ini saya masih merasa kedekatan yang dimaksud adalah kedekatan secara fisik. Itulah mengapa sebabnya saya menemukan bagaimana seorang yang sering sekelas bersama, satu kantor, satu tempat berkumpul, bisa menemukan atau merasakan hubungan asmara. Toh kedekatan itu memberikan kita kemampuan untuk memprediksi apa yang akan dilakukan orang lain, sehingga perasaan memprediksi dapat memberikan kita perasaan nyaman karena kita memiliki gambaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Mengenai pasangan yang tidak banyak kesamaan tersebut, saya berhipotesis bahwa dalam sebuah hubungan baik asmara atau bukan, kita pastinya membutuhkan waktu untuk mengenali seseorang. Dan dari proses mengenali tersebut dapat saja muncul perasaan nyaman meskipun tidak semua orang dapat merasakan.

Kadang saya juga mencoba menganalisa bagaimana pasangan yang tidak banyak kesamaan tadi bisa bersama. Saya juga mencoba melihatnya dengan faktor ketiga, yaitu chemistry of love. Saya memang tidak punya data berapa banyak pasangan yang mengalami chemistry seperti itu, tapi berdasarkan pengamatan saya yang sederhana, tidak banyak pasangan yang langsung sayang atau jatuh cinta pada pandangan pertama. Penjelasan ilmiah tentang jatuh cinta pada pandangan pertama ini berkaitan dengan norepinephrine, dopamin, dan phenylethylamine (PEA) yang menghasilkan efek seperti senang, gembira. Jangan lupakan fakta dan teori lain yang menjelaskan bahwa individu yang berpenampilan menarik akan lebih disukai. Kejam memang, tapi itulah kenyataannya.

Faktor lain yang ada dalam sebuah hubungan adalah reciprocity. Penjelasan singkat yang saya buat waktu itu adalah: saya suka anda karena anda suka saya. Individu akan bereaksi positif terhadap rayuan dan pujian yang dilayangkan kepada dirinya. Inilah yang muncul dikepala saya saat mendengar remaja putri yang kebetulan saya dengan pembicaraannya berkata, “gw sama cowo gw karena cowo gw baik bangeet, caring, perhatian lah”. Mungkin faktor yang terjadi padanya adalah reciprocity. Bagaimana remaja putri tersebut bereaksi positif dan akhirnya menyukai pacar yang sedang ia bicarakan saat itu.

Prioritas setiap orang untuk memilih pasangan memang tidak sama, beberapa mengedepankan persamaan sehingga komunikasi lancar, beberapa jatuh cinta pada pandangan pertama, beberapa menganggap kenyamanan merupakan hal yang paling penting. Memang tidak ada yang pasti dari penjelasan hubungan asmara, tapi jika tidak bisa melihat hanya dari satu faktor saya juga mencoba melihat semua dari keseluruhan faktor yang ada dan mencoba menjelaskan proses asmara yang rumit tersebut.

One thought on “Kenapa Bisa Suka..??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s