Hyperfocal distance dan pemanfaatannya dalam Landscape Photograph

Topik dan penjelasan tentang Hyperfocal Distance (Jarak hiperfokal) ini dibuat sebagai penunjang dari topik 14 Tips untuk memperbaiki/improve foto Landscape anda , terutama tentang point 4. Carilah Foreground (FG), dimana di topik tersebut hanya disinggung sedikit tanpa penjelasan dan juga adanya pertanyaan ttg hal ini dan dari respons di topik tersebut.

Definisi Hyperfocal Distance

Penjabaran pertama yang mudah dari hyperfocal distance atau Jarak Hiperfokal adalah: jarak dari lensa ke suatu titik focus dimana dari titik focus tersebut ke infinity (tak terhingga) adalah tajam. Ditambah dgn bonus: setengah dari jarak dari titik tersebut kearah lensa juga ikut tajam (acceptable sharpness).

Kenapa saya sebut bonus? Karena sebetulnya kita meletakkan titik focus dari kamera/lensa kita pada titik jarak hiperfocal tersebut untuk mendapatkan bidang DOF (depth of field) seluasnya dari titik/jarak tersebut ke infiniti tapi krg lebih setengah jarak dari titik tersebut kedepan (kearah) lensa juga ikut tajam dalam batasan acceptable sharpness (ketajaman yang masih bisa diterima).

Dari Gambar ilustrasi pertama dibawah, Kalau kita mengintip dari viewfinder dan meletakkan titik focus pada titik A, maka dari titik A tersebut hingga infiniti akan masuk dalam bidang DOF (depth of field) atau sering disebut juga bidang tajam. Tapi kita juga mendaptakan bonus ketajaman yaitu setengah jarak dari titik A ke arah lensa juga ikut tajam. Atau dengan kata lain, dari titik B ke infiniti akan tajam.

Penjabaran kedua dari hyperfocal distance adalah: jarak dari lensa ke suatu titik dimana dari titik tersebut kedepan akan tajam jika lensa difocuskan pada titik infinity. Dengan kata lain dari titik tersebut hingga infiniti akan tajam

Bagaimana menghitung Hyperfocal distance

Jarak hiperfocal untuk suatu lensa pada suatu panjang lensa (focal lenght) dan pada bukaan diafragma (apperture) tertentu dapat dihitung dengan rumus-rumus matematika yang, menurut saya, gampang-gampang susah.
Untuk lebih jelasnya rumus-rumus tersebut bisa di lihat di wikipedia.

Selain dengan menghitung manual, ada pula program yang bisa dipergunakan untuk menghitung dan mensimulasikan hyperfocal distance tersebut.
Program ini sangat memudahkan kita untuk menghitung hyperfocal distance dan juga kita bisa mendapatkan tabel jarak hyperfocalnya. Salah satu program yang saya gunakan bisa didapatkan di DOFMaster.

Dari Program DOF MAster tersebut, pada gambar ilustrasi kedua dibawah, digunakan sebuah disk/piringan dimana tanda/mark/notasi pada piringan terluar adalah merupakan tanda jarak (dalam meter), dan pada piringan dalam adalah tanda/notasi bukaan (aperture/f number) dari lensa yg digunakan.

Dengan menggunakan penjabaran pertama sebagai dasar, misalkan kita mempunyai wide lens 28mm, dan kita akan menggunakan f/22 untuk mendapatkan DOF atau bidang fokus (tajam) yang selebar2nya, maka kalau kita set notasi f22 yg diatas (yg dikotak kuning) pada infiniti, maka akan kita dapatkan jarak hiperfocal pada panah [A] pada 1.18m, dan setengah jarak hiperfokal pada notasi f22 yg dibawah [B] pada 0.59m.
Jadi [A] adalah hyperfocal distance atau titik A pada gambar ilustrasi pertama dan [B] adalah setengah jarak dari dari hyperfocal distance atau titik B pada gambar ilustrasi pertama.

by Yadi Yasin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s