Wanita dalam Matematika.

Saat kita ingin menikah, kita pasti akan mencari dan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan yang terbaik. Terbaik dalam segala hal tentunya. Kita akan membuat selembar kertas putih check list dengan banyak parameter yang menghiasinya. Nah, sekali lagi, pada waktu saya bermain-main di forum terbesar di negeri ini, saya sedikit mendapat pencerahan bagaimana seharusnya wanita yang terbaik itu buat kita (baca: para laki-laki).

Continue reading Wanita dalam Matematika.

Jujurku yang Selanjutnya


Aku baru saja terbangun ketika alarm ponselku berdering seperti suara sirene tanda bubaran di pabrik tekstil. Suaranya meraung-raung digendang telingaku menggedor-gedor otakku agar memerintahkan mataku untuk terbuka. Aku liat sinar matahari dari sudut ventilasi kamarku yang berukuran 3x3m sudah bersinar dengan angkuhnya. Warnanya yang kuning keemasan menyombongkan diri kepada bumi bahwa seolah-olah dialah penguasa siang. Aku bergegas melangkahkan kakiku kekamar mandi sambil berdoa didalam hatiku semoga hari ini air PAM lancar, sehingga aku tak perlu lagi menggedor-gedor pintu rumah tetanggaku hanya untuk menumpang mandi. Dan syukurlah, rupanya doaku didengar oleh malaikat dan menyampaikannya ke Sang Penguasa Alam, airpun meluncur deras dari keran plastik bewarna hijau tua yang sedikit pecah dibibir lubangnya.

Continue reading Jujurku yang Selanjutnya

Diantara Sombongnya dan Jujurku

Yahoo messenger mengeluarkan suara seperti tutup botol wine yang keluar dari lubangnya. Sejurus kemudian aku melangkahkan kakiku kearah meja kerjaku yang berwarna hitam gelap dan sedikit berdebu karena sudah aku tinggalkan hampir 3 minggu lebih. Sepertinya pekerjaanku yang menumpuk sedikit mengabaikan kerapihan dan kebersihan kamar ku, walaupun sebenernya sangat-sangat jarang sekali kamarku terlihat bersih dan rapi. Well, kemudian aku lihat laptop hitam yang dipinjam pakaikan kantor untukku. Di sela-sela backround wallpaper tumpukan sandal-sandal korea yang aku ambil gambarnya waktu aku transit di Singapura muncul sebuah pop-up windows YM dengan kata ‘invsible ni yee’. Sedikit tersenyum, karena memang pada saat siang atau sore hari aku tidak pernah meng-available-kan YM-ku, takut ada yang ganggu saat aku sibuk bekerja ataupun celotehan tukang kredit panci, baskom, sempak, tali jemuran menawarkan dagangannya secara online. Tapi biasanya, teman-teman dekatku sudah tahu kebiasaan –gak tau jelek apa tidak- ku ini.

Continue reading Diantara Sombongnya dan Jujurku

Hanya Karena Sebuah Tatapan Mata…

Sore itu, langit berwarna gelap baru saja menjatuhkan titik air hasil dari kristalisasi awan cumolonimbus yang berwarna abu-abu pekat. Warna langit itu mungkin mungkin saja ia sedang berempati atas tewasnya –yang katanya- gembong teroris nomor wahid di dunia Osama bin Laden yang ketenarannya mengalahkan David beckham, Michael Jackson atau Alpacino sehingga ia memunculkan tema hitam pekat berkarat untuk turut berbela sungkawa. Tapi, tema langit sore ini tidak bisa mengalahkan hasratku yang didasari rasa setia kawan untuk belanja membeli titipan temanku yang sedang mengadu domba nasib, rezeki dan umur di negeri seribu Mullah. Dan aku bisa sedikit tersenyum berbangga diri sambil mengejek langit karena hari  ini aku tidak takut bau parfum baru yang menempel dibajuku hilang karena kena tetesan bertubi-tubi air hujan. Karena hari ini, aku akan belanja naik mobil seharga Rp. 275.000 perhari.

Continue reading Hanya Karena Sebuah Tatapan Mata…

Saat Setan Menggugat…sebuah komik kocak untuk renungan kita semua.

Saat bermain-main ke forum terbesar dinegeri ini, aku menemukan sebuah komik strip yang menggelitikku. Sebuah komik sederhanayang pada awalnya memang membuat tersenyum simpul. Tapi sungguh ada makna penuh yang ingin disampaikan sang pembuat komik itu kepada kita. Sebuah pesan abstrak kepada seluruh manusia dibawah kaki langit ini bahwa kita (manusia) tak akan pernah sedetikpun lepas dari genggaman setan yang terkutuk (sodaranya Nurdin Halid yang Terkutuk). So, aku pikir tiada salahnya aku rangkum ulang dan aku share ke kawan-kawan semua. This is it…..

Continue reading Saat Setan Menggugat…sebuah komik kocak untuk renungan kita semua.

Ceritaku ‘tuk Engkau Fahami

Aku coba menyalakan penghangat listrikku. Penunjuk suhu digital yang dilekatkan dikoridor rumah singgahku menunjukkan suhu 2° Celcius dan mungkin sekitar -4° Celsius diluar sana. Aku perhatikan keluar jendela buram kamarku yang sedikit mengembun. Ada sesuatu yang turun dari langit, bentuknya seperti kapas putih yang terombang-ambing diterpa angin dan jatuh beserakan dihalaman rumah singgahku yang kadang-kadang aku pakai bersama teman-teman kantor untuk bermain mini golf. Butiran-butiran yang jatuh itu membungkus semua yang ada menjadi putih yang sedikit becampur dengan warna cokelat lumpur. Aaah……hujan salju lagi, paling kuat aku hanya bertahan tiga hari untuk selanjutnya mungkin penyakit flu akan bersemayam di tubuhku dalam dua minggu. Aku memang belum terbiasa dengan cuaca disini. Negara Indonesia tercintaku selalu bermandikan cahaya matahari setahun penuh dan pastikau membuat udara terasa panas mendekap siapa saja.

Continue reading Ceritaku ‘tuk Engkau Fahami